Ekosistem Hutan Hujan Tropis

Hutan Hujan Tropis adalah suatu masyarakat kompleks merupakan tempat yang menyediakan pohon dari berbagai ukuran. Dalam buku ini istilah kanopi hutan digunakan sebagai suatu yang umum untuk menjelaskan masyarakat tumbuhan keseluruhan di atas bumi. Di dalam kanopi iklim micro berbeda dengan diluarnya; cahaya lebih sedikit, kelembaban sangat tinggi, dan temperatur lebih rendah. Banyak dari pohon yang lebih kecil berkembang dalam naungan pohon yang lebih besar di dalam iklim mikro inilah terjadi pertumbuhan. Di atas bentuk pohon dan dalam iklim mikro dari cakupan pertumbuhan kanopi dari berbagai jenis tumbuhan lain: pemanjat, epiphytes, mencekik, tanaman benalu, dan saprophytes.
Pohon dan kebanyakan dari tumbuhan lain berakar pada tanah dan menyerap unsur hara dan air. Daun-Daun yang gugur, Ranting, Cabang, dan bagian lain yang tersedia; makanan untuk sejumlah inang hewan invertebrata, yang penting seperti rayap, juga untuk jamur dan bakteri. Unsur hara dikembalikan ke tanah lewat pembusukan dari bagian yang jatuh dan dengan pencucian dari daun-daun oleh air hujan. Ini merupakan ciri hutan hujan tropis yang kebanyakan dari gudang unsur hara total ada dalam tumbuhan; secara relatif kecil di simpan dalam tanah.
Di dalam kanopi hutan, terutama di hutan dataran rendah, disana hidup binatang dengan cakupan luas, hewan veterbrata dan invertebrata, beberapa yang makan bagian tumbuhan, yang memakan hewan. Hubungan timbal balik kompleks ada antara tumbuhan dan binatang, sebagai contoh, dalam hubungan dengan penyerbukan bunga dan penyebaran biji. Beberapa tumbuhan, yang disebut myrmecophytes, menyediakan tempat perlindungan untuk semut di dalam organ yang dimodifikasi. Banyak tumbuhan, menghasilkan bahan-kimia yang berbisa bagi banyak serangga dan cara ini untuk perlindungan diri dari pemangsaan.
Keseluruhan masyarakat organik dan lingkungan phisik dan kimianya bersama-sama menyusun dasar ekosistem pada hutan hujan tropis. Jika bagian dari hutan menjadi rusak, tumbuhan (dan satwa) terbukanya gap, yang lain menyerbu dengan persaingan; ada suatu suksesi sekunder dari komunitas tumbuhan seral, hingga dengan cepat suatu masyarakat yang serupa menjadi asli seperti semula. Ini disebut “Klimaks”. Pada permukaan tanah terbuka, contohnya, terjadi pada 1963 oleh letusan Gunung Agong di Bali, suatu suksesi primer, atau prisere, terjadi juga hingga Klimaks.

Posted in Uncategorized | Leave a comment

Macam dan Tipe Hutan di Indonesia

Tipe hutan di Indonesia dapat dibedakan dengan melihat faktor utama yang mempengaruhinya, yaitu wilayah, edafik (tanah) dan iklim. Oleh karena itu, hutan Indonesia dapat dibedakan ke dalam: Zona barat, yaitu hutan dengan pengaruh kuat vegetasi daratan Asia, meliputi pulau-pulau Sumatra, Kalimantan dan Jawa; Zona peralihan, yaitu hutan dengan pengaruh vegetasi Asia dan Australia sama besar, meliputi pulau Sulawesi dan pulau-pulau kecil di sekitarnya; Zona timur, yaitu hutan dengan pengaruh kuat vegetasi Australia, meliputi Irian Jaya, Maluku dan Nusa Tenggara.
Tidak terpengaruh iklim;
Tanah tergenang air laut, tanah lumpur atau pasir, terutama tanah liat;
Tanah rendah pantai; – Hutan tidak mempunyai strata tajuk;
Tinggi pohon dapat mencapai 30 m;

Hutan rawa (swamp forest) dengan ciri umum antara lain sebagai berikut:
Tidak terpengaruh iklim;
Tanah tergenang air tawar;
Umumnya terdapat di belakang hutan payau;
Tanah rendah;
Terdapat terutama di Sumatera dan Kalimantan mengikuti sungai-sungai besar.
Hutan pantai (beach forest) dengan ciri umum antara lain sebagai berikut:
Tanah rendah pantai;
Terdapat terutama di pantai selatan P. Jawa, pantai barat daya Sumatera dan pantai Sulawesi. Hutan Gambut (peat swamp forest) dengan ciri antara lain sebagai berikut:
Iklim selalu basah;
Tanah rendah rata;
Terdapat di Kalimantan Barat dan Tengah, Sumatera Selatan dan Jambi.
Tanah pasir, podsol;
Tanah rendah rata; .
Terdapat di Kalimantan Tengah.
Iklim selalu. Tanah kering dan bermacam-macam jenis tanah;
hutan hujan bawah, terdapat pada tanah rendah rata atau berbukit dengan ketinggian 2 – 2000 m dpl.;
hutan hujan tengah, terdapat pada dataran tinggi dengan ketinggian 1000 – 3000 m dpl.;
hutan hujan atas, terdapat di daerah pegunungan dengan ketinggian 3000 – 4000 m dpl.; Tipe hutan ini terdapat terutama di Sumatera, Jawa, Kalimantan, Sulawesi, Maluku dan Irian Jaya.
Hutan musim (monsoon forest) dengan ciri umum antara lain sebagai berikut:
Iklim musim;
Tanah kering dan bermacam-macam jenis tanah;
Terdapat di pedalaman yang selanjutnya dapat dibagi lagi menurut ketinggian, yaitu:
hutan musim bawah terdapat pada ketinggian 2 – 1000 m dpl.;
Terdapat secara mozaik diantara hutan hujan di Jawa dan Nusa Tenggara.

Posted in Uncategorized | Leave a comment

Jenis-jenis Triplek

Partikel Board
Partikel board adalah jenis kayu olahan yang terendah kelasnya.
Multiplek
Multiplek merupakan kayu olahan yang relatif lebih kuat dibanding jenis kayu olahan lainnya.
Bahan dasar plywood adalah kulit kayu yang berlapis-lapis dan dipress. Tekstur lapisan kayunya lebih rapat, sehingga memiliki kekuatan yang lebih baik dan daya tahan terhadap air lebih kuat . b. Hard Wood , adalah kayu lapis yang berbahan dasar kayu keras, biasanya terbuat dari kayu meranti atau ada juga yang terbuat dari kayu dari pohon buah buahan. Selain ada juga multiplek yang disebut dengan Triplek Fancy , yang dikenal juga sebagai triplek dekorasi (decorative plywood) , adalah kayu lapis yang memiliki permukaan berasal dari kayu yang memiliki tampilan indah
Blockboard
Blocboard pada umumnya terdiri dari tiga lapisan kayu. Terdiri dari satu lapis lembaran kayu yang dilapis 2 lembar kayu yang lebih tipis. Umumnya lapisan luar blockboard mempunyai tebal antara 0,5-2mm. Lapisan blockboard mempunyai serat yang bermacam-macam, mulai dari serat kayu biasa (umum dikenal dengan tripleks), serat jati (bermacam bentuk serat juga), berlapis melaminto (lapisan putih licin yang biasa digunakan untuk papan tulis yang memakai alat spidol), dan serat-serat lain dengan berbagai corak/motif. Bagian tengah blockboard yang mempunyai dimensi paling besar biasanya menggunakan kayu akasia dan meranti. Karena bentuknya yang solid, bahan blockboard tidak bisa dilengkungkan.
Teablock
Teablock berarti kayu jati. Namun dalam pembahasan ini kayu jati yang dimaksud adalah berupa lembaran.
MDF
MDF adalah singkatan dari Medium Density Fiberboard (Papan Serat Kayu), dibuat dari serat kayu yang berasal dari kayu keras atau kayu lunak, kemudian di campur lem, lilin serta dicetak dalam mesin cetak yang memiliki temperatur dan tekanan sangat tinggi sehingga menghasilkan MDF yang memiliki tingkat kerapatan (density) bahan baku yang lebih baik dari pada Partikel Board.
Melaminto
Melaminto adalah bagian dari decorative plywood, yaitu plywood yang dilapisi oleh bahan untuk
memperindah penampilannya. Ketebalan standart dari Melaminto adalah 2 mm dan 3 mm.Kegunaan dari Melaminto diantara lain adalah untuk : pembuatan White Board, sebagai bahan bagian dalam dalam pembuatan lemari atau kitchen set

Posted in Uncategorized | Leave a comment

Motif Majapahit

Merupakan salah satu motif ukiran tradisional yang telah berkembang di Jawa khususnya atau Nusantara pada umumnya. Secara garis besar motif Majapahit mempunyai ciri-ciri yang dapat dibagi menjadi dua yaitu ciri-ciri umum dan ciri-ciri khusus.
Ciri-ciri umum: Semua bentuk ukiran daun, bunga dan buah berbentuk melengkung cembung dan cekung. Dengan kata lain motif Majapahit mempunyai ciri-ciri secara umum mempunyai bentuk campuran antara yang cembung dan cekung.
Ciri-ciri khusus: Angkup, motif Majapahit mempunyai bentuk yang disebut dengan angkup. Angkup pada motif ini berbentuk cekung dan berikal. Bentuk ini terdapat pada bagian atas sedangkan pada ujung angkup terdapat ikal sebagai akhir dari angkup tersebut.
Jambul Susun, merupakan salah satu ciri khas yang ada pada motif Majapahit. Jambul Susun terletak pada muka daun pokok dengan pengulangan bentuk yang berkali-kali. Sesuai dengan namanya Jambul Susun ini bentuknya tersusun secara berulang-ulang di depan agak ke atas pada daun pokoknya.
Daun Trubus, pada motif Majapahit ini kebanyakan tumbuh di atas pada daun pokok. Trubus yang terdapat di atas ini jumlahnya juga mengalami pengulangan secara berkali-kali dengan jumlah yang tergolong banyak.
Simbar, berbentuk seperti Simbar yang terdapat pada motif ukiran lainnya. Simbar juga berfungsi sebagai penambah keindahan saja. Bentuk ini memang bukanlah bentuk inti pada motif Majapahit. Simbar hanyalah sebagai pelengkap atau untuk sarana penunjang estetika. Biasanya terletak pada bagian pangkal depan dari daun pokok.
Benangan, motif ini kadang-kadang mempunyai benangan rangkap di samping juga terdapat benangan garis. Benangan ini terdapat pada daun pokok bagian depan dimulai dari pangkal mengikuti alur lengkungan daun pokoknya menuju dan berakhir pada ulir/ukel.
Pecahan, seperti halnya pada motif yang lain, pecahan pada motif Majapahit mempunyai dua jenis pecahan yaitu pecahan garis yang menjalar pada daun pokok dan pecahan cawen yang terdapat pada ukiran daun patran. Sehingga bentuk

Posted in Uncategorized | Leave a comment

Kerajinan Anyaman

Anyaman pandan Kerajinan Annyaman Pandan adalah kerajinan merangkai dan melipat daun. Untuk kerajinan anyaman pandan ini dipakai bahan daunan sejenis pohon palem atau kelapa dan lontar dan jenis daun rumput seperti pandan dan mendong. Meskipun sifat daun tersebut relatif lebih lemah, namun untuk menjadi bahan anyaman yang siap dipakai, terlebih dahulu harus mengalami pengolahan.

Cara pengolahannya ialah dengan jalan melepaskan lidi dan urat-urat daun dan selanjutnya menghaluskan. Bahan yang terolah menjadi lentur dan luwes dan siap untuk dilipat dan dirangkai menjadi tikar, karpet, alas makan, tas dan topi yang dalam penyelesaiannya dapat dibentuk dan dijahit. Lontar atau daun pandan setelah diolah dipotong-potong menjadi bagian-bagian sama kemudian dimasak dalam air, dilicinkan dan dijemur. Apabila dikehendaki anyaman dengan pola warna, maka sebagian dari bahan dicelup ke dalam cairan pewarna.

Ayaman Bambu

Anyaman adalah serat yang dirangkaikan hingga membentuk benda yang kaku, biasanya untuk membuatkeranjang atau perabot. Anyaman seringkali dibuat dari bahan yang berasal dari tumbuhan, namun seratplastik juga dapat digunakan. Bahan yang digunakan bisa bagian apapun dari tanaman, misalnya inti batang tebu atau rotan atau keseluruhan ketebalan tanaman, seperti misalnya dedalu. Bahan lainnya yang terkenal digunakan sebagai anyaman adalah gelagah dan bambu. Biasanya rangkanya dibuat dari bahan yang lebih kaku, setelah itu bahan yang lebih lentur digunakan untuk mengisi rangka. Anyaman bersifat ringan tapi kuat, menjadikannya cocok sebagai perabot yang sering dipindah-pindah. Anyaman sering digunakan untuk perabot di beranda dan teras

 

Posted in Uncategorized | Leave a comment

Jenis jenis finishing bahan kayu

Minyak – minyak yang biasa digunakan sebagai finishing untuk kayu ini biasanya terbuat dari sari tanaman, sehingga lebih aman dan bebas racun. Beberapa jenis finishing kayu yang alami tersebut di antaranya teak oil, walnut oil, dan linseed oil. Ada juga wooden finishing yang terbuat dari bahan kimia.
Agar bisa mengenal berbagai macam finishing pada kayu, simak penjelasan lengkap mengenai finishing kayu baik yang berasal dari bahan alami maupun yang berbahan dasar kimia di bawah ini.
A. Wood stains
Wood stain merupakan salah satu jenis finishing untuk kayu yang paling pas guna memunculkan dan mempertegas tampilan urat – urat pada kayu, sehingga urat atau serat kayu akan nampak begitu jelas. Wood stain tersedia dalam produk yang berbahan dasar minyak (oil-based), berbahan dasar air (water-based), hingga wood stain dalam bentuk gel.Wood stain juga hadir dalam variasi semi transparan dan solid/pekat. Wood stain semi transparan akan memberikan sedikit sentuhan warna pada permukaan kayu sembari memunculkan penegasan pada urat – urat kayu. Sementara itu, wood stain dengan warna solid akan memberikan warna pada permukaan kayu secara utuh, sehingga urat – urat kayu tidak akan terlihat.
Ketika Anda akan menggunakan wood finishing ini pada permukaan furnitur atau kerajinan dari kayu, sebaiknya gunakan wood stain yang telah terpigmentasi (pigmented stains).Wood stain jenis ini tersedia dalam berbagai bahan dasar, mulai dari bahan dasar air, larutan sintetis, hingga minyak. Untuk memberikan proteksi tambahan, Anda bisa menambahkan minyak – minyak alami atau polyurethane.
Pernis yang berbahan dasar minyak mampu memberikan lapisan film yang lebih kuat, elastis, dan lebih protektif dalam menjaga permukaan kayu. Polyurethane tersedia dalam produk berbahan dasar air atau minyak. Berbeda denganwood stain yang lebih cocok untuk penggunaan outdoor, polyurethane ini cocok digunakan untuk penggunaan indoor atau dalam ruangan, misalnya untuk tiang dan struktur kayu, atau untuk furniture dan benda kerajinan yang berbahan kayu. Polyurethane mampu memberikan tampilan kayu yang menyerupai plastik. Shellac merupakan bahan finishing untuk kayu yang cukup favorit di kalangan pengrajin furnitur berbahan kayu. Shellac merupakan finishing kayu yang cepat kering dan mengeras, sehingga lebih tahan lama. Bahan ini biasa digunakan untuk furnitur, kerajinan dari kayu, hingga lantai kayu. Shellac berfungsi untuk melindungi permukaan kayu sekaligus menghilangkan dan menyamarkan noda pada kayu.

Posted in Uncategorized | Leave a comment

Sintren dan ludruk

Sintren adalan kesenian tari tradisional masyarakat Jawa, khususnya di Pekalongan. Kesenian ini terkenal di pesisir utara Jawa Tengah dan Jawa Barat, antara lain di Pemalang, Pekalongan, Brebes, Banyumas, Kuningan, Cirebon, Indramayu, dan Jatibarang. Kesenian Sintren dikenal juga dengan nama lais. Kesenian Sintren dikenal sebagai tarian dengan aroma mistis/magis yang bersumber dari cerita cinta kasih Sulasih dengan Sulandono.
Kesenian Sintren berasal dari kisah Sulandono sebagai putra Ki Baurekso hasil perkimpoiannya dengan Dewi Rantamsari. Raden Sulandono memadu kasih dengan Sulasih seorang putri dari Desa Kalisalak, namun hubungan asmara tersebut tidak mendapat restu dari Ki Baurekso, akhirnya R. Sulandono pergi bertapa dan Sulasih memilih menjadi penari. Meskipun demikian pertemuan di antara keduanya masih terus berlangsung melalui alam gaib.
Pertemuan tersebut diatur oleh Dewi Rantamsari yang memasukkan roh bidadari ke tubuh Sulasih, pada saat itu pula R. Sulandono yang sedang bertapa dipanggil oleh roh ibunya untuk menemui Sulasih dan terjadilah pertemuan di antara Sulasih dan R. Sulandono. Sejak saat itulah setiap diadakan pertunjukan sintren sang penari pasti dimasuki roh bidadari oleh pawangnya, dengan catatan bahwa hal tersebut dilakukan apabila sang penari masih dalam keadaan suci (perawan).

Ludruk adalah kesenian drama tradisional dari Jawa Timur. Ludruk merupakan suatu drama tradisional yang diperagakan oleh sebuah grup kesenian yang di gelarkan disebuah panggung dengan mengambil cerita tentang kehidupan rakyat sehari-hari, cerita perjuangan dan lain sebagainya yang diselingi dengan lawakan dan diiringi dengan gamelan sebagai musik.
Dialog/monolog dalam ludruk bersifat menghibur dan membuat penontonnya tertawa, menggunakan bahasa khas Surabaya, meski kadang-kadang ada bintang tamu dari daerah lain seperti Jombang, Malang, Madura, Madiun dengan logat yang berbeda. Bahasa lugas yang digunakan pada ludruk, membuat dia mudah diserap oleh kalangan non intelek (tukang becak, peronda, sopir angkutan umum, etc).
Sebuah pementasan ludruk biasa dimulai dengan Tari Remo dan diselingi dengan pementasan seorang tokoh yang memerakan “Pak Sakera”, seorang jagoan Madura.
Kartolo adalah seorang pelawak ludruk legendaris asal Surabaya, Jawa Timur. Ia sudah lebih dari 40 tahun hidup dalam dunia seni ludruk. Nama Kartolo dan suaranya yang khas, dengan banyolan yang lugu dan cerdas, dikenal hampir di seluruh Jawa Timur, bahkan hingga Jawa Tengah.
Ludruk berbeda dengan ketoprak dari Jawa Tengah. Cerita ketoprak sering diambil dari kisah zaman dulu (sejarah maupun dongeng), dan bersifat menyampaikan pesan tertentu. Sementara ludruk menceritakan cerita hidup sehari-hari (biasanya) kalangan wong cilik.

Posted in Uncategorized | Leave a comment