Ukiran Kekarangan Pada Bangunan Bali

Kembali lebih perhatian terhadap hal pola itu diterapkan juga pada ukiran-ukiran batu paras (cadas) yang digunakan untuk menyusun bangunan di rumah. Semuanya memiliki patra-patra yang sebagian masih saya ingat namanya, namun sebagian lagi tidak..
Diantara pola seni ukir yang menarik itu adalah apa yang umum di Bali disebut dengan Karang. Karang atau Kekarangan mengacu pada ukiran dengan bentuk kepala binatang. Kebanyakan Ukiran Kebanyakan kekarangan hanya menggambarkan bagian rahang atas ke atas dengan posisi yang lebih menonjol dan tidak memiliki rahang bawah. Namun ada juga yang memiliki wajah lengkap (rahang atas & rahang bawah).
Karang Guak

Sesuai dengan namanya – Guak adalah nama burung (Gagak- dalam Bahasa Bali), maka ukiran ini memang berbentuk kepala burung. Tepatnya paruh atas burung ke atas. Karang Guak ini saya temukan diapplikasikan pada sudut-sudut bangunan pada posisi yang lebih tinggi. Burung Gagak disini digambarkan memiliki paruh berbentuk segitiga yang lancip, dilengkapi dengan 3-4 gigi-gigi tajam masing-masing di kiri dan di kanan.
Guak dalam kekarangan ini juga memiliki hidung dan dahi yang agak menonjol, pipi yang membulat dan menyatu dengan telinga dan rambut yang distilir. Bola mata yang menonjol dan kelopak mata yang berlipat serta alis mata yang indah dan menarik, terlihat serupa dengan rata-rata pada ukiran kekarangan yang lain. Bagian bawah dari Karang Guak ini digambarkan hanya berupa dedaunan yang biasa disebut dengan Simbar (karena dianggap mewakili bentuk daun pakis Simbar Menjangan). Karang Tapel

Tapel, dalam bahasa Bali artinya Topeng (Mask). Juga hanya digambarkan dari rahang atas ke atas. Topeng ini, seperti manusia memiliki 4 gigi seri yang rata dan sepasang gigi taring yang sedikit lebih panjang dari gigi serinya. Tapel memiliki bibir yang tebal dan pipi yang bulat, digambarkan dengan cara menarik garis yang melengkung dan membentuk spiral. Hidung besar sedikit pesek, dengan mata yang belo. Tapel juga memiliki kelopak mata yang lebar dan alis mata yang tebal. Porsi wajah bagian atas ini memiliki posisi yang lebih menonjol dalam ukiran Bali.
Lalu bagian bawahnya, berupa lidah yang menjulur, disertai dengan sulur dedaunan yang disebut sebagai Pipid atau pidpid. Pipid dalam bahasa Bali berarti daun pakis Boston. Karang Asti.

Karang Asti disebut juga dengan karang Gajah. Karang Gajah juga digambarkan memiliki gading, pipi sempit, mata kecil dan telinga yang lebar. Jika kita perhatikan Karang Asti/Gajah biasanya diletakkan di posisi dasar bangunan, dengan pertimbangan bahwa Gajah itu adalah binatang yang besar dan kuat, sehingga mampu menyangga bangunan dengan baik. Karena posisinya yang paling bawah, maka karang Asti menjadi bagian bangunan yang paling berlumut di musim hujan ini.

This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s