Makna Motif Batik Jepara

Setelah kita mengetahui berbagai motif batik Solo, kali ini kita akan mengupas motif batik khas daerah lain di Pulau Jawa yakni motif batik tradisional Jepara. Kabupaten Jepara merupakan sebuah kabupaten di Jawa Tengah yang berbatasan dengan Kabupaten Demak, Kabupaten Kudus dan Kabupaten Pati. Selain itu, Jepara juga meliputi Kepulauan Karimunjawa. Sebuah kabupaten dengan luas sekitar 1 juta km2 ini terkenal akan khas kerajinannya yakni ukiran Jepara. Ukiran khas Jepara memang telah melanglang buana diseluruh pelosok tanah air, tidak sampai disitu, berbagai properti dengan ukiran Jepara juga banyak diekspor keluar negeri.
Terlepas dari ciri khas Kabupaten Jepara tersebut, rupanya masih ada lagi sebuah seni yang populer yaitu Batik Jepara. Meskipun motif batik Jepara tidak sepopuler motif batik lain seperti Yogyakarta, Solo, Cirebon dan lain-lain – namun patut kita syukuri karena batik Jepara eksistensinya masih terjaga hingga saat ini. Batik Jepara telah ada sejak zaman R.A. Kartini, beliau juga yang turut serta dalam mengenalkan batik Jepara ke dunia luar. Bahkan R.A. Kartini juga sempat membuat tulisan bertemakan batik dengan bahasa Belanda. Motif batik daerah Jepara memang mengadopsi unsur-unsur ukiran khas Jepara, bisa dikatakan lahirnya macam-macam motif batik khas Jepara adalah untuk memperkokoh budaya Jepara dengan menuangkannya dalam karya seni yang saling berhubungan. Marik kita simak makna motif batik Jepara yang telah silisting dibawah ini.
Motif Kembang Setaman
Motif batik Kembang Setaman ini mempunyai makna sebuah taman bunga yang indah, sehingga motif batik ini selalu berisi aneka bunga serta kupu-kupu cantik layaknya taman bunga sesungguhnya.
Motif Sekar Jagat Bumi Kartini
Motif batik ini sebenarnya adalah pengembangan dari motif yang sudah ada yakni motif Sekar Jagat. Penambahan kata ‘Kartini’ tak lain adalah agar motif batik Jepara bisa lebih dikenal banyak orang baik dalam ataupun luar negeri. Diharapkan imbuhan kata ‘Kartini’ tersebut bisa memberi dampak yang positif.
Motif Elung Bimo Kurdo
Motif batik Jepara Elung Bimo Kurdo menggambarkan Bima, yaitu tokoh dalam pewayangan yang memiliki jiwa yang kuat.
Motif Sido Arum
Unsur-unsur tradisional dari motif batik ini memiliki pesan yang dalam bagi kehidupan manusia, yakni agar setiap jabatan maupun pangkat bisa dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya.
Motif Lung-Lungan
Lain lagi dengan motif batik yang ini dimana motif-motifnya merupakan terjemahan dari berbagai relief ukiran khas Jepara, khususnya ukiran khas daerah Senenan.
Motif Parang Jeporo
Motif satu ini lebih dikenal dengan sebutan motif Karang Poro. Makna tersirat dibalik motif batik ini menegaskan bahwa manusia harus selalu hidup berdampingan sebab manusia merupakan makhluk sosial yang akan selalu saling membutuhkan satu sama lain.

This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s